Tampilkan postingan dengan label TUGAS IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS IT. Tampilkan semua postingan

Resiko dan Ancaman Keamanan Wireless


Beberapa hal yang menjadi ancaman bagi keamanan wireless antara lain :
  • Spectrum Analysis: Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS) merupakan standar transmisi wireless, yang mendistribusikan gelombang wireless dalam bentuk frekuensi yang berbeda. Sinyal FHSS mudah sekali dilihat spectrum analysisnya, dan peralatan FHSS de-scrambling yaitu alat untuk mengambil alih frekuensi gelombang saat ini sudah di jual di pasaran
  • Open dan Invisible Access points: Access point (AP) merupakan penghubung perangkat wireless ke jaringan fisik (LAN). Gelombang wireless tidak bisa dibatasi secara fisik dan bisa menjangkau area yang berdekatan dengan access point. Akibatnya, informasi bisa dianalisa dan diserang dengan metoda statistik. Scanning secara periodik bisa menampakkan AP tersembunyi yang terpasang di jaringan kabel.
  • Overlapping Access point: Sistem modern (seperti Windows XP) akan secara otomatis meminta terhubung dan merekonfigurasi sistem saat user secara tak sengaja masuk ke zona baru atau ke zona wireless yang sinyalnya lebih kuat tanpa sepengetahuan user. Untuk mencegah kebocoran keamanan, peralatan wireless yang memiliki fungsi penting seharusnya dikunci hanya untuk zona keamanan atau access point masing-masing.
  • Access point Tersamar : Beberapa perangkat wireless komputer yang kompatibel dengan software seperti HostAP bisa bertindak sebagai AP – AP ini bisa digunakan sebagai penyamaran wireless station yang lain. User name dan password yang berhubungan dengan detail login (MAC dan SSID) dapat dengan mudah didapat dari stasiun wireless yang meminta koneksi dari suatu AP palsu. AP palsu tersebut bisa mengambil alih client wireless station dan teknik-teknik enkripsi seperti VPN tuneling tak berguna karena informasi masih bisa dibaca.
  • Identifikasi MAC & SSID: Access points seringkali dikonfigurasikan untuk mengidentifikasi perangkat yang berhak terkoneksi berdasarkan MAC addresss yang uniq dan SSID umum yang disharing dalam suatu subnet. Bentuk pengamanan ini tidak sepenuhnya handal. Jika MAC addresss dan SSID kurang terenkrip dengan baik, seorang hacker bisa menggunakan tools seperti Ethereal dan Kismet untuk menscanning traffic kemudian mengekstrak nilai aktualnya.
  • Flooding dan DoS attacks: Jamming, flooding dan Denial of Service attacks sangat memungkinkan di WLAN. ‘Denial of Service attacks bisa dilakukan dengan mengkonfigurasi sebuah laptop sebagai suatu AP dan kemudian membanjiri gelombang dengan perintah ‘disassociate’ yang memaksa semua stasiun yang ada dalam jangkauan untuk memutuskan diri dari WLAN.

Menjaga Keamanan Wireless Networking








Wireless merupakan jaringan tanpa kabel mulai banyak kita temukan. Hal ini dikarenakan untuk mempermudah pengaksesan tanpa menggunakan kabel dan untuk pemasangannya pun sangat mudah. Wireless ini menggunakan gelombang radio jadi sangat mudah untuk dihack.

Beberapa cara untuk mengamankan wireless:
1.      1.   Menggunakan Enkripsi.
Enkripsi yaitu security yang pertama, namun masih banyak Wireless Access Points (AP) tidak menggunakan enkripsi sebagai default-nya. Meskipun banyak Access Point telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di security-nya, dan seorang Hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik dari pada tidak ada enkripsi sama sekali.
2.      2.   Gunakan Enkripsi Kuat.
Karena kelemahan-kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, Access Point harus men-support-nya. Sisi client juga harus dapat support WPA tersebut. Namun, saat ini hampir semua Access Point maupun user/client sudah mendukung WPA
3.      3.   Ganti Password Administrator Standar.
Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua Access Point produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh peretas, yang nantinya dapat digunakan untuk merubah setting di Access Point Anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi Access Point adalah mengganti password default. Gunakan minimal 8 karakter, kombinasi antara huruf, function dan angka, dan tidak menggunakan kata-kata yang ada dalam kamus.
4.      4.   Matikan SSID Broadcasting.
Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari Access Point akan di-broadcast atau disiarkan. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network Anda, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agar dapat terkoneksi dengan network.
5.      5.   Matikan Access Point Saat Tidak Dipakai.
Cara yang satu ini kelihatannya sangat mudah dan remeh, tetapi beberapa perusahaan atau individual tidak melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi penyusup untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak digunakan.
6.      6.   Ubah default SSID.
     Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.
7.      7.    Memakai MAC Filtering.
       Kebanyakan Access Point akan memperbolehkan kita memakai filter Media Access Control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari komputer-komputer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing-masing PC atau laptop. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak.
8.      8.    Mengisolasi Wireless Network dari LAN.
     Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ (Demiliterize Zone) atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya, memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.
9.      9.   Mengontrol Signal Wireless.
       02.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antena omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket Access Point standard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari penyusup. Sebagai tambahan, ada beberapa Access Point yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tersebut. 
10.       Memancarkan Gelombang pada Frekuensi yang Berbeda.
    Salah satu cara untuk bersembunyi dari peretas yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekuensi yang berbeda (yaitu di frekuensi 5 GHz), NIC yang didesain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tersebut. Namun, tentu saja Anda akan mengalami penurunan kualitas kecepatan transmisi data pada jaringan wireless Anda

Teknik Untuk Wireless Security


Karena trafik yang mengalir melalui gelombang radio dalam jaringan wireless, mudah bagi penyerang untuk memantau dan menyerang data tanpa harus secara fisik terhubung ke jaringan. Penyerang mendapatkan akses ke jaringan dengan menjadi dalam jangkauan jaringan wireless  yang tidak dilindungi. Seorang teknisi harus tahu bagaimana untuk mengkonfigurasi Access Points dan Wireless Network Interface Cards (NICs) ke level keamanan yang tepat.


Saat menginstal layanan wireless, kamu harus segera menerapkan teknik keamanan wireless untuk mencegah akses yang tidak diinginkan ke jaringan. Wireless Access Point harus dikonfigurasi dengan pengaturan keamanan dasar yang kompatibel dengan keamanan jaringan yang ada.


Seorang penyerang dapat mengakses data saat dikirimkan melalui sinyal radio. Sebuah sistem enkripsi wireless dapat digunakan untuk mencegah yang tidak diinginkan dan menggunakan data dengan pengkodean informasi yang dikirimkan. Kedua ujung setiap link harus menggunakan Standar Enkripsi yang sama.
Tingkat keamanan yang dijelaskan di sini:


-         -    Wired Equivalent Privacy (WEP) 
                 Keamanan standar generasi pertama untuk wireless. Penyerang dengan cepat menemukan bahwa enkripsi WEP mudah untuk dirusak. Kunci enkripsi yang digunakan untuk menyandikan pesan dapat dideteksi oleh program pengawasan. Setelah kata kunci diperoleh, pesan dapat dengan mudah diterjemahkan.

    -    Wi-Fi Protected Access (WPA) 
                 Sebuah versi perbaikan dari WEP. Diciptakan sebagai solusi sementara sampai 802.11i (layer security untuk sistem wireless) sepenuhnya diterapkan. Sekarang 802.11i telah diratifikasi, WPA2 telah dirilis. Ini mencakup semua standar 802.11i


-        -      Lightweight Extensible Authentication Protocol (LEAP), 
                 Juga disebut EAP-Cisco, protokol keamanan wireless yang dibuat oleh Cisco untuk mengatasi  kelemahan WEP dan WPA. LEAP adalah pilihan yang baik saat menggunakan peralatan Cisco dalam berhubungan dengan sistem operasi seperti Windows dan Linux.

Wireless Transport Layer Security (WTLS) adalah securitylayer yang digunakan dalam perangkat mobile yang menggunakan Wireless Applications Protocol (WAP). Perangkat mobile tidak memiliki banyak bandwidth cadangan untuk menyediakan untuk protokol keamanan. WTLS dirancang untuk memberikan keamanan untuk perangkat WAP dalam  bandwidth efisien.

Defenisi AntiVirus, Worm,Trojan, Adware, Spyware, and Grayware


1.    Anti Virus
Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi,   dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus disebut juga Virus Protection Software. Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virus atau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan).  

2.    Worm
Worm dalam keamanan komputer, adalah sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer. Sebuah worm dapat menggandakan dirinya dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri. Worm tidak seperti virus komputer biasa, yang menggandakan dirinya dengan cara menyisipkan program dirinya pada program yang ada dalam komputer tersebut, tapi worm memanfaatkan celah keamanaan yang memang terbuka atau lebih dikenal dengan sebutan vulnerability. 

3.    Trojan
    Trojan dalam keamanan komputer merujuk kepada sebuah bentuk perangkat lunak yang mencurigakan (malicious software / malware) yang dapat merusak sebuah sistem atau jaringan. Tujuan dari Trojan adalah memperoleh informasi dari target (password, kebiasaan user yang tercatat dalam system log, data, dan lain-lain), dan mengendalikan target (memperoleh hak akses pada target).

4.    Adware
    Adware salah satu jenis perangkat lunak yang bersifat "stealth" (tidak terlihat) dan seringnya terinstalasi ke dalam sistem ketika pengguna mengunduh perangkat lunak freeware atau shareware dari Internet. Ada banyak adware yang beredar di Internet, dan beberapa adware tersebut memantau kebiasaan pengguna dalam menjelajahi Internet, dan mengirimkan informasi ini kepada perusahaan marketing sehingga mereka mengirimkan iklan kepada pengguna yang bersangkutan. Beberapa perangkat lunak komersial juga mengandung komponen adware yang kadang disebutkan dalam End-User License Agreement (EULA) atau tidak 

5.    Spyware
Spyware merupakan turunan dari perangkat lunak beriklan, yang memantau kebiasaan pengguna dalam melakukan penjelajahan Internet untuk mendatangkan "segudang iklan" kepada pengguna. Tetapi, karena perangkat lunak beriklan kurang begitu berbahaya (tidak melakukan pencurian data), spyware melakukannya dan mengirimkan hasil yang ia kumpulkan kepada pembuatnya (perangkat lunak beriklan umumnya hanya mengirimkan data kepada perusahaan marketing).

6.    Grayware
Grayware atau malware adalah file atau program lainnya, maka virus yang berpotensi berbahaya. Banyak grayware serangan serangan phishing yang mencoba meyakinkan pembaca untuk tanpa sadar memberikan para penyerang memiliki akses ke data pribadi. Ketika Anda mengisi form online, data dikirim ke penyerang. Grayware dapat dihapus dengan menggunakan spyware dan adware removal tools.